ETIKA
FUNGSI PERUSAHAAN
Muhammad
Faris Herlando
Npm:
14216822
PROGRAM
STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS
EKONOMI
UNIVERSITAS
GUNADARMA
BEKASI
2019
PENDAHULUAN
Saat bisnis telah memberikan kontribusi yang
besar dalam kemajuan, ekonomi, sosial dan budaya, namun juga menimbulkan
konsekuensi yang disebabkan oleh kegiatan perusahaan tersebut. Dalam berbagai
kegiatan perusahaan dimungkinkan munculnya perilaku pelanggaran etika karena
ada kecenderungan orang yang merasa dirinya paling benar dalam berbagai macam
situasi. Oleh sebab itu dalam situasi apapun perlu suatu kesadaran moral, agar
keputusan yang dibuat walau dalam kondisi apapun tetap bernilai etika. Dunia
bisnis yang tumbuh dengan pesat menjadi tantangan maupun ancaman bagi para
pelaku usaha agar dapat memenangakan persaingan dan mempertahankan kelangsungan
hidup perusahaannya. Perusahaan yang ingin berkembang dan ingin mendapatkan
keunggulan bersaing harus dapat menyediakan produk atau jasa yang berkualitas,
harga yang murah dibandingkan pesaing, waktu 41 penyerahan lebih cepat, dan
pelayanan yang lebih baik dibandingkan pesaingnya (Margaretha, 2004). Dalam
memenangkan persaingan dalam dunia bisnis, perusahaan harus dapat
mempertahankan pasar yang dimiliki, dan merebut pasar yang sudah ada, maka perusahaan
dituntut untuk memiliki kemampuan dalam merencanakan strategi usaha yang ingin
dijalankannya. Besarnya peluang bisnis di Indonesia telah memacu usaha-usaha
berkembang di Indonesia.
Munculnya berbagai
macam kegiatan bisnis, menunjukkan bisnis menguntungkan. Bagaimanapun, usaha
sangat dibutuhkan. Persaingan dalam usaha sangat ketat, oleh karena itu,
persaingan harus dihadapi sebagai motivator untuk meningkatkan kualitas dalam
memberikan yang terbaik kepada konsumen.Etika bisnis memiliki hubungan yang
erat dengan kepuasan pelanggan. Etika bisnis memberikan suatu dorongan kepada
pelanggan untuk menjalin ikatan hubungan yang kuat dengan perusahaan. Dalam
jangka panjang ikatan seperti ini memungkinkan perusahaan untuk memahami dengan
seksama harapan pelanggan serta kebutuhan mereka. Dengan demikian, perusahaan
dapat meningkatkan kepuasan pelanggan di mana perusahaan memaksimumkan
pengalaman pelanggan yang menyenangkan dan meminimumkan pengalaman pelanggan
yang kurang menyenangkan.
Sebagai contoh, hari ini
situs perusahaan yang paling besar memberikan tekanan pada komitmen untuk
mempromosikan nilai-nilai sosial non-ekonomi di bawah berbagai pos (misalnya
kode etik, tanggung jawab sosial). Dalam beberapa kasus, perusahaan harus
merumuskan kembali nilai-nilai inti mereka dalam terang pertimbangan etika
bisnis.
PENTINGNYA
ETIKA BISNIS
Diskusi tentang etika dalam bisnis diperlukan
karena bisnis bisa menjadi tidak etis, dan ada banyak bukti pada hari ini bahwa
terdapat praktik perusahaan yang tidak etis. Perusahaan beroperasi di bidang
sosial dan lingkungan alam. Dengan kebajikan yang berhubungan dengan alam,
lingkungan sosial bisnis berkewajiban untuk bertanggung jawab terhadap
lingkungan alam dan sosial di mana ia berada. Terlepas dari tuntutan dan
tekanan di atasnya, perusahaan berdasarkan keberadaannya terikat oleh etika
bisnis. Ada dua alasan: pertama, karena apa pun bisnisnya tidak mempengaruhi
stakeholders dan kedua, karena setiap titik tindakan merupakan lintasan etis
serta jalur tidak etis dimana keberadaan bisnis dibenarkan oleh alternatif etis
yang bertanggung jawab memilih.
Salah satu kondisi yang
membawa etika bisnis ke permukaan adalah bahwa dari bisnis skala kecil, muncul
kepercayaan yang tinggi terhadap perusahaan dan kemudian berkembang struktur
perusahaan multinasional besar yang mampu mempengaruhi kehidupan sehari-hari
dari masyarakat. Dengan semakin besarnya persaingan dalam dunia bisnis,
perusahaan-perusahaan saling berlomba untuk dapat menjadi pemimpin pasar.
Disinilah sangat rawan muncul praktik-praktik bisnis yang tidak etis demi
memenangkan persaingan dalam industri.
TEORI
Pengertian
Etika Bisnis
Etika (Yunani Kuno: "ethikos", berarti
"timbul dari kebiasaan") menurut Wahyu dan Ostaria (2006) adalah
cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas. Etika mencakup
analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung
jawab.Etika adalah ilmu yang berkenaan tentang yang buruk dan tentang hak dan
kewajiban moral. Menurut Bekum (2004) etika dapat didefinisikan sebagai
seperangkat prinsip moral yang membedakan yang baik dari yang buruk. Etika
adalah bidang ilmu yang bersifat normative karena ia berperan menentukan apa
yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan oleh seorang individu.
Dari hasil analisis
Bertens (2004: 6) disimpulkan bahwa etika memiliki tiga posisi, yaitu sebagai
(1) sistem nilai, yakni nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi pegangan bagi
seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya, (2) kode etik,
yakni kumpulan asas atau nilai moral, dan (3) filsafat moral, yakni ilmu
tentang yang baik atau buruk. Dalam poin ini, akan ditemukan keterkaitan antara
etika sebagai sistem filsafat sekaligus artikulasi kebudayaan. Di samping itu,
filsafat menganalisa tentang mengapa dan bagaimana manusia itu hidup di dunia
serta mengatur level mikrokosmos (antar manusia/Jagad Cilik) dan makrokosmos
(antar Alam dan Tuhan/Jagad Gede). Sebagai sistem pemikiran tentunya konsep
dasar filsafat digu nakan dalam mengkaji etika dalam sebuah hubungan
keseimbangan antara cipta, rasa, dan karsa. Hubungan tersebut didasari landasan
pemikiran bahwasanya ontologi, epistemologi, dan aksiologi.
Pengertian
Bisnis
Menurut Griffin dan Ebert (2008: 4) bisnis
adalah organisasi yang menyediakan barang atau jasa untuk dijual dengan maksud
agar mendapatkan laba. Menurut
Sukirno (2010: 20) bisnis adalah kegiatan untuk memperoleh keuntungan.semua
orang atau individu maupun kelompok melakukan kegiatan bisnis pastinya untuk
mencari keuntungan agar kebutuhan hidup nya terpenuhi. Tidak ada orangyang
melakukan bisnis untuk mencari kerugian. Menurut
Madura (2010 : 2) bisnis adalah suatu badan yang diciptakan untuk menghasilkan
produk barang dan jasa kepada pelangggan. Setiap bisnis mengadakan transaksi dengan
orangorang. Orang-orang itu menanggung akibat karena bisnis tersebut, mereka.
Kerja sama lintas fungsional di dalam bisnis adalah dengan menekankan kebutuhan
para manajer dari area fungsional yang berbeda untuk memaksimalkan laba dalam
mencapai tujuan bersama.
ANALISIS
Peran
Etika Bisnis
Etika bisnis adalah
segmen etika terapan yang mencoba untuk mengontrol dan memeriksa pengaturan
moral dan etika perusahaan. Ia juga mendalami seberapa baik atau buruk badan
usaha membahas masalah-masalah moral dan etika dan menunjukkan apa yang salah
dalam proses alami mereka. Ini mencakup semua aspek bisnis dari produksi untuk
administrasi, keuangan dan pemasaran. Hal ini juga berlaku untuk berbagai
industri dan dapat deskriptif atau normatif dalam disiplin.
Adapun etika bisnis
perusahaan memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu
perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai
kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, dimana diperlukan
suatu landasan yang kokoh untuk mencapai itu semua. Dan biasanya dimulai dari
perencanaan strategis, organisasi yang baik, sistem prosedur yang transparan
didukung oleh budaya perusahaan yang handal serta etika perusahaan yang
dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen.
Fungsi
dan Etika Bisnis terhadap Perusahaan
Setelah mengetahui
betapa pentingnya etika yang harus diterapkan pada perusahaan bisnis, tentunya
etika memiliki fungsi yang sangat berpengaruh terhadap kemajuan perusahaan itu
sendiri. Permasalahan etika bisnis yang terjadi di perusahaan bervariasi antara
fungsi perusahaan yang satu dan fungsi perusahaan lainnya. Hal ini terjadi
karena operasi perusahaan sangat terspesialisasi dalam berbagai bidang profesi,
sehingga setiap fungsi perusahaan cenderung memiliki masalah etika tersendiri.
Berikut ini akan dibahas berbagai permasalahan etika bisnis yang terjadi di
beberapa bidang fungsi perusahaan, yaitu: etika bisnis di bidang akuntansi
(accounting ethics), keuangan (finance ethics), produksi dan pemasaran (production
and marketing ethics), sumber daya manusia (human resources ethics), dan
teknologi informasi (information technology ethics) yang dapat dijelaskan
sebagai berikut :
a)
Etika bisnis di Bidang Akuntansi (Accounting Ethics)
Fungsi akuntansi
merupakan komponen yang sangat penting bagi perusahaan. Dengan demikian
kejujuran, integritas, dan akurasi dalam melakukan kegiatan akuntansi merupakan
syarat mutlak yang harus diterapkan oleh fungsi akuntansi. Salah satu praktik
akuntansi yang dianggap tidak etis misalnya penyusunan laporan keuangan yang
berbeda untuk berbagai pihak yang berbeda dengan tujuan memperoleh keuntungan
dari penyusunan laporan keuangan seperti itu. Dalam realita kegiatan bisnis
sering kali ditemukan perusahaan yang menyusun laporan keuangan yang berbeda
untuk pihak-pihak yang berbeda. Ada laporan keuangan internal perusahaan,
laporan keuangan untuk bank, dan laporan keuangan untuk kantor pajak. Dengan
melakukan praktik ini, bagian akuntansi perusahaan secara sengaja memanipulasi
data dengan tujuan memperoleh keuntungan dari penyusunan laporan palsu
tersebut.
b)
Etika bisnis di Bidang Keuangan (Financial Ethics)
Skandal keuangan yang berasal dari pelaksanaan
fungsi keuangan yang dijalankan secara tidak etis telah menimbulkan berbagai
kerugian bagi para investor. Pelanggaran etika bisnis dalam bidang keuangan
dapat terjadi misalnya melalui praktik window dressing terhadap laporan
keuangan perusahaan yang akan mengajukan pinjaman ke bank. Melalui praktik ini
seolaholah perusahaan memiliki rasio-rasio keuangan yang sehat sehingga layak
untuk mendapatkan kredit. Padahal sebenarnya kondisi keuangan keuangan
perusahaan tidak sesehat seperti yang dilaporkan dalam laporan keuangan yang
telah dipercantik. Contoh lain pelanggaran etika keuangan misalnya melalui
penggelembungan nilai agunan perusahaan, sehingga perusahaan dapat memperoleh
kredit melebihi nilai agunan kredit yang sesungguhnya.
c)
Etika bisnis di Bidang Produksi dan Pemasaran (Production and Marketing Ethics)
Hubungan yang dilakukan
perusahaan dengan para pelanggannya dapat menimbulkan berbagai permasalahan
etika bisnis di bidang produksi dan pemasaran. Untuk melindungi konsumen dari
perlakuan yang tidak etis yang mungkin dilakukan oleh perusahaan, pemerintah
Indonesia telah memberlakukan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang
Perlindungan Konsumen. Undang-undang ini dijelaskan berbagai perbuatan yang
dilarang dilakukan oleh pelaku usaha. Antara lain, pelaku usaha dilarang
memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang :
(1) Tidak memenuhi atau
tidak sesuai dengan standar yang dipersyarakatkan dan ketentuan peraturan
perundangundangan.
(2) Tidak sesuai dengan
berat bersih, isi bersih atau netto, dan jumlah dalam hitungan sebagaimana yang
dinyatakan dalam label atau etiket barang tersebut.
(3) Tidak sesuai dengan
ukuran, takaran, timbangan, dan jumlah hitungan menurut ukuran yang sebenarnya.
(4) Tidak sesuai dengan
kondisi, jaminan, keistimewaan, atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam
label, etiket, atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut. d) Etika Bisnis
di Bidang Teknologi Informasi (Information Technology Ethics).
REFERENSI