Pengertian
globalisasi bisnis
Perubahan global telah membawa isu yang berkenaan dengan
bisnis besar maupun bisnis kecil. Dimana perubahan ini memberikan dampak yang
nyata yaitu bergesernya bisnis yang terbatas pada bisnis domestik (nasional)
yang terisolasi, karena berbagai akibat seperti perbedaan budaya, jarak dan
waktu menuju kepada sistem bisnis global yang terintegrasi atau kerjasama yang
mempunyai saling ketergantungan satu sama lain. Dan keadaan ini belum pernah
dihadapi sebelumnya oleh manajer bisnis dimana bisnis global ini membawa dampak
berupa peluang dan juga ancaman baru.
1. Globalisasi pasar,
yaitu suatu kejadian dimana berbagai pasar nasional bergabung menjadi satu dan
membentuk pasar yang besar dan global (pasar dunia) dengan menciptakan produk
yang berstandar dunia atau internasional.
2. Globalisasi
produksi, yaitu berkenaan dengan tendensi antar beberapa perusahaan yang
memberikan sumber komoditi dan jasa dari berbagai lokasi yang berbeda di
seluruh dunia, dengan mengambil manfaat dari perbedaan nasional tersebut, dalam
berbagai hal seperti biaya dan kualitas faktor produksi, agar dapat lebih
kompetitif dalam bersaing.
Pengorganisasian
Pemasaran Global
Dewasa ini, departemen pemasaran telah berkembang dari
fungsi penjualan sederhana menjadi kelompok fungsi yang kompleks, yang tidak
selalu terpadu dengan baik dalam kelompok itu sendiri atau dalam hubungannya
dengan fungsi-fungsi bukan pemasaran yang ada dalam perusahaan. Saat ini ada
beberapa model struktur organisasi pemasaran. Setidaknya ada empat pola dasar
struktur organisasi, yaitu:
1. Struktur divisi internasional
Pada struktur ini, kegiatan perusahaan dipilah menjadi
dua unit, yaitu domestik dan internasional. Fungsi utama dari divisi
internasional adalah membedakan dengan tegas antara bisnis domestik dan
internasional suatu perusahaan.
Kelemahan desain ini adalah sebuah perusahaan yang
menggunakan desain ini dapat berkembang dengan cepat menjadi perusahaan yang
terdiversifikasi. Disamping itu, perencanaan perusahaan pun menjadi aneh karena
adanya dua unit otonomi. Pengisolisasian manajemen puncak yang terlihat sebagai
sesuatu yang diharapkan, dapat berubah menjadi suatu hambatan. Konflik dapat
muncul sejalan dengan berkembangnya kegiatan operasional dan bertumbuhnya bisnis
di luar negeri. Oleh karena itu, ketika perspektif bisnis semakin luas,
struktur divisi internasional menjadi tidak efektif. Permasalahan lain yang
melekat pada struktur ini adalah kegiatan penelitian dan pengembangan yang
tidak dapat didesentralisasikan dengan mudah, dan oleh karena itu, cenderung
diorientasikan secara domestik. Dengan kegiatan penelitian dasar yang
dipusatkan di negara asal, kegiatan penelitian dan pengembangan di luar negeri
biasanya hanya sekedar kegiatan modifikasi produk saja.
2. Struktur organisasi geografis
Struktur geografis tingkat dunia dapat mengatasi
permaalahan yang berkaitan dengan struktur divisi internasional. Operasi luar
negeri dan domestik tidak dipisahkan, tetapi terintegrasi menjadi satu
seolah-olah batas-batas antarnegara tidak pernah ada. Pasar dunia dipilah-pilah
menjadi wilayah-wilayah geografis. Tanggung jawab operasional berada pada
manajer lini sementara kantor pusat bertanggung jawab atas perencanaan dan
pengendalian tingkat dunia.
Perusahaan yang beroperasi
dengan menggunakan struktur geografis biasanya memiliki karakteristik berikut
ini:
a. Lini produk mereka kurang beragam.
b. Produk mereka dijual ke pengguna akhir.
c. Pemasaran adalah variabel yang sangat
penting.
d. Semua produk mereka dipasarkan melalui
saluran distribusi yang sama.
e. Produk diubah sesuai dengan kebutuhan
konsumen lokal.
Organisasi geografis
memiliki beberapa keuntungan. Pendelegesasian wewenang dan tanggung jawab
lininya dilakukan secara eksplisit. Koordinasi antara penjualan produk dan
produksinya diperkuat, dan secara keseluruhan ada pemusatan pengalaman dari
bidang-bidang permasalahan yang sering dihadapi. Kerugian yang paling dirasakan
dari struktur ini adalah adanya sejumlah besar eksekutif “super” yang dibutuhkan
untuk menjalankan organisasi secara efektif. Kerugian lainnya adalah adanya
kemungkinan bahwa masing-masing produk individu tidak mendapat perhatian yang
cukup karena tidak ada satu orang eksekutif yang secara khusus bertanggung
jawab untuk segala kegiatan produk tersebut. Penggunaan manajer produk di
kantor pusat dapat mengatasi masalah ini dengan cara memastikan bahwa setiap
lini produk telah melakukan penetrasi yang benar di pasaran dunia.
3. Struktur organisasi produk
Struktur ketiga ini memberikan tanggung jawab penanganan
tingkat dunia kepada eksekutif grup produk di tingkat lini manajemen.
Koordinasi kegiatan dalam suatu wilayah geografis ditangani oleh para staf ahli
kantor pusat. Desentralisasi wewenang sangat penting dalam struktur ini. Lebih
banyaknya tanggung jawab pengambilan keputusan yang diberikan kepada manajer
setempat menyebabkan mereka lebih termotivasi.
Perusahaan yang
menggunakan struktur ini biasanya memiliki karakteristik sebagai berikut:
a. Perusahaan terdiri dari pengguna akhir yang
beragam.
b. Lini produknya sangat diverifikasi dan
membutuhkan kemampuan teknologi tingkat tinggi.
c. Biaya pengapalan, tarif, dan pertimbangan
biaya tertentu lainnya mempengaruhi produsen setempat.
Desentralisasi wewenang adalah keuntungan utama struktur
ini. Motivasi kepala divisi sangat tinggi. Produk baru dapat ditambahkan dan
yang lama dihapuskan tanpa membawa dampak besar terhadap kegiatan operasional
secara keseluruhan. Keuntungan lainnya dari struktur ini adalah pengendalian
suatu produk di sepanjang siklus hidupnya dapat dilakukan dengan lebih baik. Di
samping itu, perusahaan multinasional tidak perlu mengabaikan struktur divisi
produk dunia pada saat kegiatan operasional di luar negeri ternyata makin
berkembang.
Kelemahan dari struktur ini adalah kemungkinan munculnya
masalah koordinasi antara berbagai divisi produk. Divisi produk harus dikontrol
secara rutin oleh manajemen puncak. Di samping itu, kepala divisi yang
dipromosikan ke kantor pusat cenderung bertindak bias karena pengalaman mereka
dengan lini produk tertentu yang ditangani selama ini memungkinkan pengabaian
beberapa produk lainnya. Beberapa perusahaan menugaskan seseorang yang ahli
dalam wilayah tertentu untuk mengatasi peramasalahan tersebut.
4. Struktur organisasi matriks
Salah satu perkembangan dalam desain organisasi
belakangan ini adalah struktur matriks. Struktur ini, yang pertama-tama dikenal
pada tahun 1960-an, telah dipergunakan oleh berbagai perusahaan multinasional.
Struktur matriks memberikan tingkat fleksibilitas yang lebih besar ketimbang
struktur komando lini tunggal yang telah didiskusikan sebelumnya dan
menyelaraskan fleksibilitas ini dengan koordinasi dan skala ekonomis yang
merupakan kekuatan dari sebuah organisasi besar.
Ciri-ciri utama dari organisasi matriks adalah adanya
manajer tertentu yang melapor kepada dua atasan, ketimbang ke satu atasan
seperti yang dianut oleh cara-cara tradisional; adanya dua buah rantai komando
yang digunakan. Perusahaan cenderung mengadopsi bentuk matriks ketika memiliki
tingkat tanggapan yang tinggi pada dua sektor, seperti produk dan geografi
adalah dua hal yang benar-benar penting; ketika ketidak pastian bisnis
mengharuskan dilakukannya pemrosesan informal yang sangat tinggi; dan ketika
ada hambatan besar sumber daya keuangan dan/atau manusia.
Dalam mendesain sistem matriks, seseorang harus sadar
akan permasalahan yang biasanya muncul pada sistem ini. Pertentangan kekuasaan
biasanya merupakan masalah pertama yang muncul ketika sistem ini diterapkan.
Pertentangan ini muncul dari sistem komando ganda, yang bertendensi menciptakan
ketidakseimbangan kekuatan karena setiap pihak berusaha menentukan sendiri
batas-batas pengaruhnya. Di samping kontrol yang ketat atas anggaran dan sistem
evaluasi, keseimbangan dapat dipelihara dengan menggunakan tingkat gaji, nama,
jabatan, dan cara-cara lain yang dapat meningkatkan status dari pihak yang
lebih lemah.
Pengembangan
produk baru dalam pemasaran global
Pada dasarnya semua perusahaan pasti ingin mencapai
profit maksimal dan terus berkembang, namun akan ada saat dimana pasar domestik
mengalami kejenuhan dan pasar global yang sangat terbuka menarik perhatian para
pengusaha untuk melakukan ekspansi global, maka perlu di tentukan
kebijakan-kebijakan perusahaan berkaitan dengan pemasaran produk globalnya yang
ditentukan juga oleh beberapa aspek khususnya pengembangan produk dan pemasaran
produk.
Produk internasional /regional /global merupakan produk
yang ditawarkan di pasar global. Produk seperti ini bersifat internasional dan
multi regional. Beberapa produk global memang dirancang khusus untuk memenuhi
kebutuhan pasar global, sementara beberapa produk global lainnya dirancang
untuk memenuhi kebutuhan pasar nasional tertentu dan juga kebutuhan pasar
global dengan melihat kecenderungan pertumbuhan gaya hidup masyarakat dunia
serta melihat peluang produk yang akan diminati atau bahkan dibutuhkan dan bisa
menarik perhatian konsumen global sehingga perusahaan bisa melangkah masuk ke
pasar global.
Kebijakan lain yang dipertimbangkan perusahaan ketika
memasarkan produknya di pasar global adalah bagaimana sistem pemasaran yang
akan dilakukan. Merek menunjukan identitas dari produk itu sendiri, sebagai
pengenal dan pembeda dari produk pesaingnya. Jika perusahaan telah melakukan
pemasaran yang gencar terhadap produk dan merek yang akan diluncurkan di pasar
global, maka otomatis perusahaan punya nilai lebih karena telah dikenal oleh
pasar, disini lah pihak manajemen perusahaan menentukan kebijakan promosi serta
pemasaran yang paling efektif untuk memasarkan produknya di pasar global.
Referensi
Kelas : 4EA25