TUGAS
SOFTSKILL Manajemen Pemasaran Era Revolusi Industri
MENGIDENTIFIKASI
ASPEK LINGKUNGAN EKONOMI PADA KONSUMSI DAN PERKEMBANGAN PASAR GLOBAL
Aspek Lingkungan ekonomi adalah kondisi ekonomi di Negara
tempat organisasi internasional beroperasi. Kondisi ekonomi memiliki dampak
yang kuat terhadap kinerja dari setiap bisnis karena dapat mempengaruhi
pendapatan atau beban dari bisnis tersebut. Ketika
perekonomian kuat, tingkat lapangan kerja tinggi, dan kompensasi yang
dibayarkan kepada karyawan juga tinggi. Oleh karena orang memiliki penghasilan
yang relative baik dalam kondisi ini, mereka membeli sejumlah besar produk.
Perusahaan yang menghasilkan produk-produk ini memperoleh manfaat dari besarnya
permintaan. Perusahaan mempekerjakan banyak karyawan untuk memastikan bahwa
perusahaan dapat menghasilkan produk dalam jumlah yang mencukupi guna memenuhi
permintaan. Perusahaan juga dapat membayarkan upah yang tinggi kepada karyawan. . Ketika
perekonomian lemah, perusahaan cenderung memberhentikan sebagian karyawannya dan
tidak mampu membayarkan upah yang tinggi. Karena orang memiliki penghasilan
yang relative rendah dalam kondisi ini, maka mereka membeli produk dengan
jumlah yang sedikit. Perusahaan yang menghasilkan produk-produk ini sangat
terpukul karena perusahaan tidak dapat menjual seluruh produk yang
dihasilkannya. Konsekuensinya perusahaan mungkin perlu memberhentikan sebagian
karyawan. Dalam kondisi ini, beberapa perusahaan mengalami kegagalan, dan
seluruh karyawannya kehilangan pekerjaan sehingga membuat tingkat penggangguran
meningkat.
Pada
konsumsi Pemanfaatan sumberdaya alam dan lingkungan hidup dalam pembangunan
harus dilandasi dengan pendekatan pendayagunaan sumberdaya
alam dengan manfaat sebesar-besarnya bagi kemakmuran masyarakat
secara berkelanjutan. Pola konsumsi sumberdaya alam seharusnya memberi
kesempatan dan peran-serta masyarakat serta memberdayakan masyarakat untuk
dapat mengelola sumberdaya alam secara optimal dan lestari . Masih sangat
terbatas kebijakan yang secara eksplisit mendorong pada pola produksi dan konsumsi
yang optimal dan berkelanjutan. Selain itu, pola konsumsi yang dikaitkan
dengan peningkatan gizi dan kesehatan masih merupakan masalah utama bagi Jawa
Timur. Dalam sebagian kehidupan masyarakat dan budaya
perkotaan telah berkembang gaya hidup konsumtif, karena sebagian besar mereka
tidak lagi mengkonsumsi berdasarkan nilai guna, nilai pakai, tetapi sesuatu
yang hanya merupakan “simbol” di mana image atau citra menjadi sangat penting.
Hal ini seiring dengan semakin pesatnya kemajuan dunia informasi dan
komunikasi. Permasalahan Lingkungan seperti pencemaran, degradasi lahan kritis,
dan kelangkaan sumberdaya alam akan cenderung berkembang sebagai dampak dari
pola produksi/ industri dan konsumsi yang berlebihan.
Konsumsi energi meningkat sekitar 8% per tahun.
Konsumen terbesar adalah sektor industri (4.9%). Transportasi membutuhkah 32%
dan selebihnya adalah untuk kebutuhan rumah tangga. Berubahnya
struktur ekonomi dari pertanian ke industri dan meningkainya aktivitas ekonomi
di pelbagai sektor kehidupan, mempengaruhi Iaju peningkatan konsumsi energi
yang secara langsung juga akan meningkatkan emisinya. Untuk mencegah dan
mengatasi dampak emisi ini pola konsumsi dan produksi sumberdaya energi perlu
segera ditangani secara tepat dan cermat. Semakin terbatasnya ketersediaan
sumberdaya air di Jawa Timur, maka pola konsumsi air harus mempertimbangkan
sumberdaya air di masa mendatang. Bidang agrokompleks masih akan tetap menjadi
konsumen terbesar. Walaupun demikian, di beberapa wilayah Jawa Timur,
persaingan pemanfaatan sumberdaya air akan canderung menajam antara pertanian,
industri dan rumah tangga.
Pada
perkembangan pasar global Perdagangan meliputi perdagangan
barang atau jasa. Dalam dunia international, perdagangan barang atau jasa harus
mematuhi kebijakan-kebijakan tertentu. Setiap Negara mempunyai
kebijakan-kebijakan tersendiri untuk melindungi perekonomian dalam perdagangan
international. Perdagangan international memungkinkan masuknya barang-barang
dan jasa dari luar negeri ke dalam negeri. Jika barang dan jasa dari luar
negeri lebih diminati dari dalam negeri, maka hal tersebut akan berdampak buruk
untuk perekonomian dalam negeri. Maka dari itu pentingnya kebijakan
perdagangan international dalam suatu Negara.
Macam- macam
kebijakan perdagangan international yang biasa dilakukan pemerintah:
- Tarif
atau bea masuk
Tarif adalah sejenis
pajak yang dikenakan atas barang-barang yang diimpor. Tarif spesifik (Specific
Tariffs) dikenakan sebagai beban tetap atas unit barang yang diimpor.
- Subsidi
Ekspor
Subsidi ekspor adalah
pembayaran sejumlah tertentu kepada perusahaan atau perseorangan yang menjual
barang ke luar negeri, seperti tariff, subsidi ekspor dapat berbentuk spesifik
(nilai tertentu per unit barang) atau Od Valorem (presentase dari nilai yang
diekspor).
- Pembatasan
Impor
Pembatasan
impor (Import Quota) merupakan pembatasan langsung atas jumlah barang yang
boleh diimpor.
- Pengekangan
Ekspor Sukarela
Bentuk lain dari
pembatasan impor adalah pengekangan sukarela (Voluntary Export Restraint), yang
juga dikenal dengan kesepakatan pengendalian sukarela (Voluntary Restraint
Agreement = ERA).
- Persyaratan
Kandungan Lokal.
Persyaratan kandungan local
(local content requirement) merupakan pengaturan yang mensyaratkan bahwa
bagian-bagian tertentu dari unit-unit fisik, seperti kuota impor minyak AS
ditahun 1960-an.
- Subsidi Kredit Ekspor.
Subsidi kredit ekspor
ini semacam subsidi ekspor, hanya saja wujudnya dalam pinjaman yang di subsidi
kepada pembeli.
- Pengendalian
Pemerintah (National Procurement)
Pembelian-pembelian
oleh pemerintah atau perusahaan-perusahaan yang diatur secara ketat dapat
diarahkan pada barang-barang yang diproduksi di dalam negeri meskipun
barang-barang tersebut lebih mahal daripada yang diimpor.
SUMBER REFERENSI
Muhammad faris herlando
4EA25
14216822
Tidak ada komentar:
Posting Komentar